Ujung Dermaga, Aku Asyik Menelpon Lewat Telkomsel
June 10, 2010 at 17:29
Filed under Sapeken
Namaku Mumus, siswa kelas 4 SDN 5 Sapeken, Madura. Kalau sore-sore begini, aku senang mengunjungi dermaga baru yang terletak di Kampung Kota Sapeken.
Dermaganya sederhana, namun pemandangan begitu indah. Aku bisa melihat kapal yang sedang berlayar, kapal yang baru merapat ke dermaga membawa hasil laut dan matahari yang akan terbenam ujung garis horizon di laut atau orang biasa menyebutnya “sunset”.
Dengan angin semilir yang sejuk dari laut, aku semakin nyaman berdiri di ujung dermaga ini. Terkadang aku sambil menelpon temanku, untungnya ada Simpati. Simpati membuatku mudah menghubungi atau bertukar sms dengan temanku.
Dari ujung dermaga ini, aku juga bisa melihat puncak tower Telkomsel yang kokoh di antara pepohonan dan rumah panggung penduduk Sapeken. Ayo ikut aku jalan-jalan ke dermaga dan tempat asyik buat menelpon ria dengan teman lewat Simpati dari Telkomsel.
Fauziah Halimahtussakdiyah
Tower Telkomsel yang Kokoh
June 10, 2010 at 17:26
Filed under Sapeken
Anda mungkin sudah biasa melihat tower. Tapi tower ini lain dari yang lain. Tower ini adalah tower Telkomsel yang setia melayani penduduk pulau Sapeken untuk berkomunikasi dengan mudah. Tower Telkomsel berdiri kokoh di antara pohon-pohon kelapa yang rindang dan bisa terlihat dari kapal di laut sepanjang pesisir pulau Sapeken.
Pulau Sapeken salah satu kecamatan dari Kabupaten Sumenep, Madura. Kalau anda ingin melihat pulau Sapeken, janganlah lihat di peta Indonesia, karena anda tidak akan pernah menemukan pulau Sapeken. Akan tetapi lihatlah peta Madura Jawa Timur yang lebih spesifik. Dari peta inilah kita bisa lihat Madura yang kaya akan pulau-pulau kecil nan indah.
Fauziah Halimahtussakdiyah
Odong-Odong Melintasi Tower Telkomsel
Odong-odong namanya yang unik sesuai dengan bentuknya. Odong-odong merupakan transportasi andalan selain motor atau becak di Pulau Sapeken, Madura. Pulau Sapeken salah satu kecamatan dari Kabupaten Sumenep, Madura. Kalau anda ingin melihat pulau Sapeken, janganlah lihat di peta Indonesia, karena anda tidak akan pernah menemukan pulau Sapeken. Akan tetapi lihatlah peta Madura Jawa Timur yang lebih spesifik. Dari peta inilah kita bisa lihat Madura yang kaya akan pulau-pulau kecil nan indah.
Odong-odong sangat diminati oleh semua kalangan usia. Kalau dilihat, odong-odong adalah motor penarik truk kecil dibelakang. Mungkin kalau di kota-kota besar bisa di jumpai sebagai sarana angkutan distribusi LPG 3 Kg atau sebagai transportasi antar barang bagi usahawan.
Tapi berbeda dengan di Pulau Sapeken, odong-odong ini di desain sedemikian rupa. Ada tempat duduk yang bisa memuat hampir 10 orang dewasa, dan ada disc playernya sehingga full musik dari pengeras suara di odong-odong tersebut. Jadi jangan heran tiap odong-odong lewat pastilah ramai dengan musiknya yang bermacam-macam.
Saat ini odong-odong melintasi depan tower Telkomsel yang merupakan rute dari sebuah perjalanan odong-odong memutari pulau Sapeken. Unikkan?
Fauziah Halimahtussakdiyah
Uak Take, Nelayan Gaul
Uak Take, seorang kakek yang asyik menelpon saudaranya di pulau Sakala di sela-sela kesibukannya menjadi nelayan. Di atas perahu andalannya di sebuah dermaga baru di KampungKota di Pulau Sapeken.
Uak Take penduduk asli pulau Sapeken. Sapeken merupakan pulau kecil diantara ribuan pulau Indonesia. Pulau Sapeken merupakan salah satu kecamatan dari Kabupaten Sumenep- Madura. Dengan jumlah penduduk kurang lebih 40.000 penduduk, pulau Sapeken menjadi lancer berkomunikasi dengan siapa saja dan dimana saja. Sejak berdirinya tower Telkomsel di pulau Sapeken, komunikasi ke beberapa pulau menjadi mudah.
Fauziah Halimahtussakdiyah
Fenomena Di Sapeken Saat Ini
Perjalanan mudik lebaranku pada tahun ini terasa berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
Sesampainya di Sapeken aku disuguhkan dengan cerita tentang kejadian-kejadian yang sedang berkembang di sana.
Dan kejadian-kejadian tersebut bisa merugikan masyarakat Sapeken sendiri.
Read more
Foto Mudik Lebaran 2008
Lebih lengkapnya bisa dilihat di Flickr ku
Tanah Kelahiran
September 22, 2005 at 16:42
Filed under Heart to Heart, Sapeken
Kalau aku ditanya oleh seseorang, “kamu asli mana?”, aku selalu kesulitan menjawabnya.
Kalau aku menjawab asli Madura tapi pada kenyataannya aku nggak bisa bahasa Madura.
Tapi kalau aku bilang asli Banyuwangi, aku lahirnya pun bukan di Banyuwangi. ![]()
Aku lahir didaerah kepulauan yang masih masuk dalam wilayah Madura bagian paling timur sendiri.
Namanya adalah kepulauan Sapeken atau ada yang menyebutkan masuk kepulauan Kangean.
Sapeken merupakan sebuah kecamatan yang terdiri dari (kalau gak salah) 9 desa yang kesemuanya adalah pulau-pulau kecil. Sapeken sendiri selain kecamatan juga merupakan sebuah desa.
Read more











